gak kerasa sudah 25 hari aku dan radit tinggal di amerika, tepatnya di clemson - south carolina. Negara bagian tetangga georgia negara bagian yang beribukota di Atlanta. Letak negara bagian yang di tengah agak sedikit ke selatan, membuat musim dingin di south Carolina gak separah negara bagian atau kota-kota yang letaknya di utara seperti Boston, New York, Seatle dll. buktinya selama di sini baru 2 kali ngerasain salju turun, tapi kalau udara dingin dari hari pertama datang sudah ngerasain...brrr.
Hari ini tgl 12 Februari salju turun 2 hari berturut-turut, sampai membuat jalan, taman dan mobil2 tetangga ketutup salju. kita rencana mau keluar jalan-jalan sambil foto-foto di suasana salju tapi ternyata sudah keduluan udara yang mendingin dan hujan es, so... acara keluar rumah harus di tunda paling enggak sampai hujan esnya reda. Seperti di Indonesia, perkiraan cuaca di sini juga disiarkan di TV apalagi kalau cuaca lagi ekstrim seperti sekarang, beritanya bisa terus menerus dan itu secara nasional jadi kita juga tahu kondisi cuaca di kota lain. Dari berita itu aku jadi tau kondisi cuaca di tempatku masih lebih 'mending' dari pada tempat lain. seperti hari ini suhu udara 28 derajat Fahrenheit atau -2 derajat Celcius !
O iya banyak perbedaan mendasar di amerika selain bahasa tentunya, seperti temperatur memakai Fahrenheit, panjang memakai Feet atau Inch belum yang bagian setir yang di sebelah kiri. Untuk bagian pengemudi yang berbeda dengan di Indonesia ini aku punya pengalaman yang agak lucu, ketika baru tiba di bandara Greenville Spartanburg, kita di jemput Dina sama mas Wir orang Indonesia teman Dina di Clemson. Setelah beramah tamah dan ngambil koper - koper kita menuju mobilnya mas Wir di parkiran, setelah di bantu mas Wir masukin koper-koper di bagasi, dia mempersilahkan aku untuk masuk duluan di depan, aku langsung dengan pede ke bagian kanan mobil dan buka pintu depan dan.....eh, kok ada setirnya?! ternyata salah tempat bo! hehehehe...
wah...baru dapet berita cuaca di HP kalau salj bakal turun sampai besok pagi! berarti Radit sama mamanya gak masuk sekolah sama kampus lagi (secara memang sudah dikabarin sama sekolah dan kampus mereka) berati acara jalan2 sama fotonya mungkin besok aja, lagian kalo saljunya tebel gini cairnya juga lama...
begini ternyata jadi beruang kutub hehehe...
Wednesday, February 12, 2014
Sunday, January 12, 2014
membuat visa J2
Awal Desember akhirnya saya harus mengurus Visa ke US untuk menyusul istri yang sudah lebih dulu disana. Dina mendapat beasiswa fullbright artinya dia mendapat Visa J1 sedangkan saya dan Radit akan mendapat visa J2 (dependent). Untuk apply kita harus masuk ke https://ceac.state.gov/ceac/ lalu pilih DS-160 nonimmigrant visa application. isi semua dengan sebenar benarnya,lalu kita akan dapat nomor. setelah itu saya dibantu Dina membuat janji via email ke consurabaya@state.gov yang ternyata direspon dengan cepat sekali :-)
Karena saya apply sebelum natal maka saya baru dapat balasan setelah natal dan langsung dijadwalkan wawancara besoknya, karena Radit masih dibawah umur jadi dia gak perlu datang, cukup saya saja. Terus terang saya mendadak jadi senewen sendiri, karena banyak cerita kalau wawancara visa amerika gak gampang. malamnya saya coba untuk mencari blog tentang cerita wawancara visa amerika, lumayan banyak ternyata dan ga seserem yang dibayangkan. O iya sebelumnya saya pernah mengantar Dina untuk mengambil Visa nya di kantor Konsulat amerika yang baru di Citraland. gedungnya besar dikelilingi tembok tinggi. Saya dan Radit tidak di perkenankan masuk..ya sudah akhirnya saya memutuskan untuk nunggu di mobil saja (masalahnya parkirnya jauh bo'!, karena kendaraan ga boleh parkir di depan gedung).
Akhirnya hari wawancara tiba, saya sudah datang 25 menit sebelumnya (asline kecepeten :-p) setelah mengisi buku tamu baru saya di perkenankan masuk dengan sebelumnya menaruh HP, kunci mobil, dan dokumen2 di tray yg disediakan. Didalam saya hanya membawa dokumen2 yg diperlukan, barang yang lain harus dititipkan. di ruang tunggu ternyata sudah ada empat orang berati saya nomor lima nih. suasananya persis seperti yang saya baca di blog2 tepat wawancaranya seperti loket, jadi para penunggu tahu apa yg di tanyakan tapi belum tentu dengar apa yang kita jawab. Pertama saya dipanggil dan dilayani oleh petugas lokal yang meminta dan memeriksa form2 setelah itu nungu lagi untuk sesi wawancara dengan petugas dari amerika.
Ternyata petugas nativenya menggunakan bahasa yang ga sama, kadang pakai bahasa inggris kadang indonesia. ketika giliran saya ternyata dia langsung menyapa dan bertanya dengan bahasa inggris. Tidak seperti yang saya duga, dia hanya menanyakan istri saya studi di mana, ambil jurusan apa dan berapa tahun kamu mau tinggal di US! jawabpun sebisa mungkin singkat dan jelas. Setelah selasai bertanya dia langsung memberitahu kalau visa saya di approve.... alhamdulillah! dan 3 hari kemudian saya diemail kalau visa saya sudah bisa diambil. ah...senangnya :-)
Subscribe to:
Posts (Atom)