Sunday, January 12, 2014

membuat visa J2

Awal Desember akhirnya saya harus mengurus Visa ke US untuk menyusul istri yang sudah lebih dulu disana. Dina mendapat beasiswa fullbright artinya dia mendapat Visa J1 sedangkan saya dan Radit akan mendapat visa J2 (dependent). Untuk apply kita harus masuk ke https://ceac.state.gov/ceac/ lalu pilih DS-160 nonimmigrant visa application. isi semua dengan sebenar benarnya,lalu kita akan dapat nomor. setelah itu saya dibantu Dina membuat janji via email ke  consurabaya@state.gov yang ternyata direspon dengan cepat sekali :-) 

Karena saya apply sebelum natal maka saya baru dapat balasan setelah natal dan langsung dijadwalkan wawancara besoknya, karena Radit masih dibawah umur jadi dia gak perlu datang, cukup saya saja. Terus terang saya mendadak jadi senewen sendiri, karena banyak cerita kalau wawancara visa amerika gak gampang. malamnya saya coba untuk mencari blog tentang cerita wawancara visa amerika, lumayan banyak ternyata dan ga seserem yang dibayangkan. O iya sebelumnya saya pernah mengantar Dina untuk mengambil Visa nya di kantor Konsulat amerika yang baru di Citraland. gedungnya besar dikelilingi tembok tinggi. Saya dan Radit tidak di perkenankan masuk..ya sudah akhirnya saya memutuskan untuk nunggu di mobil saja (masalahnya parkirnya jauh bo'!, karena kendaraan ga boleh parkir di depan gedung).

Akhirnya hari wawancara tiba, saya sudah datang 25 menit sebelumnya (asline kecepeten :-p) setelah mengisi buku tamu baru saya di perkenankan masuk dengan sebelumnya menaruh HP, kunci mobil, dan dokumen2 di tray yg disediakan. Didalam saya hanya membawa dokumen2 yg diperlukan, barang yang lain harus dititipkan. di ruang tunggu ternyata sudah ada empat orang berati saya nomor lima nih. suasananya persis seperti yang saya baca di blog2 tepat wawancaranya seperti loket, jadi para penunggu tahu apa yg di tanyakan tapi belum tentu dengar apa yang kita jawab. Pertama saya dipanggil dan dilayani oleh petugas lokal yang meminta dan memeriksa form2 setelah itu nungu lagi untuk sesi wawancara dengan petugas dari amerika.

Ternyata petugas nativenya menggunakan bahasa yang ga sama, kadang pakai bahasa inggris kadang indonesia. ketika giliran saya ternyata dia langsung menyapa dan bertanya dengan bahasa inggris. Tidak seperti yang saya duga, dia hanya menanyakan istri saya studi di mana, ambil jurusan apa dan berapa tahun kamu mau tinggal di US! jawabpun sebisa mungkin singkat dan jelas. Setelah selasai bertanya dia langsung memberitahu kalau visa saya di approve.... alhamdulillah! dan 3 hari kemudian saya diemail kalau visa saya sudah bisa diambil. ah...senangnya :-)